Kamis, 26 Juni 2008

tata cara hidup yang beradab

Islam mengajarkan hidup beradab terhadap ‘alam. Allah swt dan Rasulullah saw telah menyebutkan dalam ayat dan hadis-hadisnya tentang adab kepada lingkungan diantaranya:



1. dilarang membunuh hewan dan tumbuhan sewaktu berihram


diantara ajran yang diberikan Al-Qur’an serta diperkuat oleh sunnah adalah sewaktu ummat islam yang telah mengenakan ihram dalam berhaji dan umrah agar menghormati hewan dan tumbuhan disekitarnya


“hai orangorang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram” (Q.S Al-Maidah :39)



2. dilarang menebangi pohon yang bermanfaat secara semena-mena


Rasulullah saw bersabda “barang siapa yang memotong pohon sidrah niscaya Allah swt akan meneggelamkan kepalanya di neraka.”(hr Abu dawud)


Sekalipun pohon sudra hanya berfungsi sebagi tempat berteduh, Rsulullah melarang memotongnya, apalagi pohon yan lain yang lebih banyak manfaatnya seperti pohon-pohon kayu di hutan yang befungsi sebagai “paru-paru” bumi, sebagai sumber penyimpangan air, dan sumber kelestarian lingkungan.



Dapat diterangkan dari diatas bahwa kita dilarang untuk menebang pohon atau merusak sesuatu yang ada manfaatnya, jadi seharusnya itu tidak terjadi karena itu bisa membahayakan diri kita sendiri. Bisa juga disimpulkan kejadian-kejadian yang sekarang seperti banjir, kekringan gempa dan bencana lain-lain disebabkan oleh kita sendiri yang tidak sadar akan apa yang sudah kita lakukan yaitu merusak lingkungan.



Oleh sebab itu jauhilah perbuatan seperti itu dan bersyukurlah kepada Allah atas apa-apa yang sudah diberikan kepada kita baik bersifat pribadi dan umum(lingkungan). Rasa syukur kepada nikmat Allah bisa menjadi kunci agar lingkungan tempat hidup kita tidak mendatangkan bencana kepada kita, syukur bukan bukan sekedar mengucapkan Hamdalla . namun yang lebih penting adalah menjaga, memelihara kelestarian, dan keberlangsungan lingkungan. Implementsi rasa syukur terhadap lingkungan itu dapat bebbentuk antara lain:




  1. Kesadaran bahwa lingkungan alam sekitar merupakan amanah Ilahi.

  2. Lingkungan dan alam sekitar merupakan satu kesatuan system hidup(ekosistem) di bumu

  3. Membiasakan diri sendiri untuk menjaga dan melarang orang lain untuk merusaknya

  4. Sadar akan azab yang akan datang dari Allah

  5. Lakukanlah yang terbaik terhadap lingkungan



3. Rasulullah saw memerintahkan penghijauan dan reboisasi


Secara pasti dapat dikatakan bahwa sunnah Rasulullah memberikan perhatian terhadap reboisasi dan penghijauan dengan amat besar dan tidak ada bandingannya. Bebebrapa hadis menyebutkan bahwa pekerjaan bmenanam tanaman sebagai salah satu amal shaleh yang paling besar. Ia juga menjadi salah satucara taqarrub yang paling afdhal kepada Allah swt, oleh karena jerih payahnya itu nantinya pohon itu dapat dimanfaatkan olrh manusia, burung atu hewan. Ini merupakan sadaqah jariyyah yang terus mengalir baginya.



4. Islam menjaga jenis makhluk hidup dari kepunahan


rasulullah bersabda “kalulah anjing bukan bagian dari makhluk hidup niscaya aku akan memerintahkan untuk membunuhnya. Akan tetapi, bunuhlah anjing yang hitam kelam.”(hr Abu dawud, an-nasa’I, ibnu majah)



hadis ini menunjukkan akan hakikat kosmologis yang ditetapkan Al-Qur’an, yaitu kelompok hidup yang lain yang tidak berpikir yang mempunyai habitat sendiri yang membedakan dari kelompok lainnya. Mereka itu saling berhubungan sebagai satu ekosistem




Manusia adalah bagian dari system begitu pula sebaliknya alam sekitar bagian dari system hidup manusia, semuanya saling melengkapi dan saling ketergantungan. Maka dari itu jauhilah perbuatan yang merusak dan merugikan dan bersyukurlah kepada Allah atas apa-apa yang sudah diberikan kepada kita baik bersifat pribadi dan umum(lingkungan). Rasa syukur kepada nikmat Allah bisa menjadi kunci agar lingkungan tempat hidup kita tidak mendatangkan bencana kepada kita, dan rasa syukur itu dapat di Implementsikan denan cara menjaga, memelihara kelestarian, dan keberlangsungan lingkungan.





http://www.google.com

3 komentar:

Pages