Pendidikan meliputi keseluruhan tingkah laku manusia yang dilakukan demi memperoleh kesinambungan, pertahanan dan peningkatan hidup. Dalam bahasa agama, demi memperoleh ridha atau perkeneen Allah. Sehingga keseluruhan tingkah laku tersebut membentuk keutuhan manusia berbudi luhur
(berakhlak karimah), atas dasar percayaatau iman kepada Allah dan tanggung jawab pribadi di hari kemudian. Bagi ummat islam, makna semacam itulah yang terkandung dalam pernyataan do’a pembukaan shalat, bahwa “shalat kita, juga dharma bakti, hidup dan mati kita, semua adalah untuk atau milik Allah, seru sekalian alam”
Karena itu renugan tentang apa yang dimaksudkan dengan pendidikan tidak terbatas hanya kepada pengajaran. Disinilah kemudian terlihat betapa penting peran orang tua dalam mendidika anak melaului kebiasaan kesehariannya. Dalam hal ini yang ditekankan adalah pendidikan oleh orang tua, bukan pengjaran.
1. Peran orang tua
peran orang tua adalah peran tingkah laku, tulada atau teladan, dan pola-pola hubungannya dengan anak yang dijiwai dan disemangatioleh nilai-nilai keagamaan menyeluruh.
2. Dua Dimensi hidup manusia. Pertama Ketuhanan
pendidikan hendaknya berkisar antara dua dimensi hidup: penanaman rasa taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pengembangan rasa kemanusiaan kepada sesame. Bagi ummat islam berdsasarkan tema-tema Al-Qur’an sendiri, penanaman rasa taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dimensi pertama hidup ini dimulai dengan pelaksanaan kewajiban-kewajiban formal agama berupa ibadah-ibadah. Dan pel;aksanaan itu harus disertai dengan penghayatan yang sedalam-dalamnyaakan makna ibadah-ibadah tersebut
rasa taqwa kepada Allah itu kemudian dapat dikembangkan dengan menghayati keagungan dan kebesaran Tuhan lewat perhatian kepada alam semesta beserta segala isinya, dan kepada liongkungan sekitar. Sebab menurut Al-Qur’an hanyalah mereka yang memahami alam sekitar dan menghayati hikmah dan kebesaran yang terkandungdidlamnya sebagai ciptaan Ilahi yang dapat dengan benar-benar merasakan kehadiran Tuhan sehingga bertaqwa kepad-Nya.
Landasan ddalam Al-Qur’an surat Fatir 27-28
27. Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
28. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[1258]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
[1258] Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
3. dua dimensi hidup manusia. Kedua kemanusiaan.
Pendidikan tidak dapat dipahami secara terbatas hanya pada pengajaran. Karena itu keberhasilan pendidikan bagi anak-anak tidak cukup diukur hanya dari segi seberapa jauh anak itu menguasai hal-hal yang bersifat kognitif atau pengetahuan tentang suatu masalah semata. Justru yang lebih penting bagi ummat islam, berdasarkan ajaran kitab suci dan sunnah sendiri, ialah seberapa jauh tertanam nilai-nilai kemanusiaan yang mewujud nyata dalam tingkah laku dan budi pekertinya sehari-hari akan melahirkan budi luhur atau al-akhlak al-karimah.
wajib belajar sembilan (9) tahun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujdkan sumber daya manisia yang berkulaitas bagus. Wajib belajar dilaksanakan untuk mewujudkan suatu masayrakat Indonesia yang terdidik, minimal memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar esensial.
Maka dari itu setiap individu diwajibakan untuk menuntut ilmu minimal Sembilan tahun. Dalam rangka mewujudkan itu peran orang tua terhadap anaknya sangatlah penting dalam menentukan dimana nantinya anak-anak mereka akan menimba ilmu, apakah nantinya orang tua akan mengantarakan anaknya kepada tempat yang tepat atau sebaliknya. Islam adalah agama yang bersifat universal dan menyeluruh dimana semua dimensi diatur didalamnya, pendidikan juga merupakan salah satu yang termasuk penting didalamnya, maka dari itu sebagai orang islam hendaknya lebih focus kepada lembaga pendidikan yang lebih bersifat islami bukan umum. Karena, dalam system pendidikan Islam konsep tauhid merupakan nilai-nilai fundamental yang dijadikan paradigma pendidikan yang merupakan suatu kebutuhan yang mendasar dari bangunan Islam secara keseluruhan,disini dibentuk suatu system pendidikan yang berdasarkan nilai agama, moral, dan social. Ini sebagai wujud dari peran pentingnya dunia pendidikan bagi keutuhan atau kesejahteraan masyarakat khususnya ummat islam yang berpengaruh besar terhadap kesejahteraan seluruh ummat manusia khususnya di indonesia karena disini mayoritas beragama islam.
Karakteristik pendidikan Islam pertama-tama tampak pada kriteria pemilihannya, yaitu Iman, amal, akhlak dan social.dengan kriteria tersebut pendidikan Islam merupakan pendidikan keimanan, ilmiah, amalia, moral dan social. Isi pertamanya adalah berkaitan dengan tujuan besar, yaitu beriman kepada Allah serta menjalin hubungan individu, masyarakat, dan ummat manusia dengan sang pencipta(Al-khaliq)sehingga kehidupan bertujuan dan memiliki orientasi yang jelas di jalan yang benar menuju Allah swt. Kemudian beramal shaleh untuk mencari hakikat kebenaran dan social mencakup kerjasama dalam menumbuhkan keimanan dan ketakwaan.
Dalam realitanya masih ada yang belum mengetahui secara mendalam betapa pentingnya kita di latar belakangi oleh pendidikan Islam. contohnya, ada diantara orang tua (muslim) mengganggap sebelah mata tentang pendidikan Islam sehingga mereka lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah umum dan karena sekolah yang jadi tujuanya adalah sekolah yang faforit, tidak hanya dari orang tua saja, bahkan dari pemuda masih banyak belum mengenal pentingnya pendidikan Islam, mereka lebih memilih sekolah di instansi yang bersifat umum baik itu di tingkat SLTP,SMA, dan Kuliah, bukannya pendidikan islam. Dari semua itu terlihat bahwa masih kurangnya pengetahuan tentang pendidikan islam itu sendiri karena selama ini banyak yang beranggapan bahwa pendidikan islam itu hanya bergerak di bidang amalia(keimanan) dan punya arti sempit, padahal sebenarnya seperti yang dijelaskan diatas sisem pendidikan Islam itu tidak hanya membahas tentang hubungan manusia dengan Allah saja, tetapi disamping itu juga hubungan social dengan sesama manusia dan juga terhadap lingkungan.
Dalam hal demikian wajar kalau ada tudingan bahkan statemen-statemen yang jelek yang dialamatkan pada institusi pendidikan bahwa pendidikan itu tidak relevan dengan tuntunan zaman, pendidikan hanya melahirkan anak muda yang pintar (secara kognitif), tetapi tidak peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya.
Maka dari itu peran penting dari pendidikan yang berbasis islam sangat dibutuhkan secara menyeluruh dan benar, tidak hanya mengembangkan kepribadian yang hampa dan miskin, pintar secara kognitif tetapi kering secara mentalitas tetapi harus mampu melahirkan individu, keluarga, masyarakat yang shaleh serta menumbuhkan konsep-konsep kemanusiaan yang baik diantara umat manusia dalam mencapai suasana saling pengertian antara manusia, alam dan kehidupan.agar tercipta kesadaran bagi setiap ummat muslim betapa pentingnya peran pendidikan islam untuk mewujudkan kesejahteraan ummat secarah utuh dan menyeluruh.
DAFTAR PUSTAKA
Noer Ali, hery; dan Munzier. Watak pendidikan islam. Jakarta: Friska Agung Insani, 2000.
Irfan, Muhammad; dan Mastuki HS. Teologi Pendidikan: Tauhid sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Jakarta: Friska Agung Insan, Juni 2000.
Djatisidi, Indra. Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta: Logos, 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar