Rabu, 13 Agustus 2008

sejarah tentang ekonomi islam

Sejarah perkembangna ekonomi islam dikemukakan disini untuk memberikan jawaban terhadap kalangan yang meragukan bahwa ekonomi islam adalah fenomena yang muncul dengan tiba-tiba, dan karena menjadi trend maka perkembangnnya menjadi pesat.
Sebenarnya perkembangan ekonomi islam adalah wujud dari upaya menerjemahkan visi islam rahmatin lil’alamin, kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi alam semesta, termasuk manusia di dalamnya. Tidak ada penindasan antara pekerja dan pemilik modal, tidak ada eksploitasi sumber daya alam yang berujung pada kerusakan ekosistem, tidak ada produksi yang hanya berorientasi untung semata, jurang kemiskinan yang tidak terlalu dalam, tidak ada konsumsi yang berelebihan dan mubadzir, tidak ada korupsi dan mensiasati pajak hingga triliunan rupiah, dan tidak ada tipuan dalam perdagangan dan muamalah lainnya. Dalam kondisi tersebut, manusia menemukan harmoni dalam kehidupan, kebahagiaan di dunia dan insya Allah di kehidupan sesudah mati nantinya.
Ekonomi islam yang ada sekarang, teori dan praktik, adalah hasilo nyata dari upaya operasionalisasi bagaimana dan melalui proses apa visi islam tersebut dapat direalisasikan. Walau harus di akui bahwa yang ada sekarang belum merupakan bentuk ideal dari visi islam itu sendiri. Bahkan menjadi sebuah ironi, sebagian ummat islam yang seharusnya mengemban visi tersebut, saat ini distigmakan sebagi teroris, koruptor, pembalak. Dan sebagian ummat islam yang lain tidak henti-hentinya saling mencurigai, berburuk sangka, berperang dan bahkan saling mengkafirkan antar sesame mereka.
Perkembangan ekonomi islam adalah salah satu harapan untuk mewujudkan visi islam tersebut. Hal ini karena ekonomi islam adalah satu bentuk integral dalam mewadahi, dua kekuatan besar yang mempengaruhi kehidupan dunia, yaitu ekonomi dan agama. Terintegrasikannya dua kekuatan ini dalam satu wadah ekonomi islam adalah merupakan penyatuan kembali bahwa kehidupan ini berhulu dan bermuara pada satu, yaitu Allah SWT (tawhid). Secara prinsip tauhid adalah menekankan kesatuan alam semesta, keatuan kebenaran dan pengetahuan serta kesatuan hidup atas dasar dan menuju Allah SWT. Dalam pemahaman islam seharusnya tidak ditemukan kontradiksi antara dua hal, yang apalagi mempengaruhi pribadi-pribadi muslim menjadi pribadi yang pecah (split personality)
Prinsisp-prinsip ekonomi islam berasal dari ayat Al-Qur’an,”dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan(Al-Qur’an surat 28: 77)
Ekonomi islam adalah salah satu jawaban dari bagaimana visi islam di realisasikan, proses realisasi visi islam nadalah mewujudkan ekonomi islam dalam bentuk realitas. Proses mewujudkan ekonomi islam menjadi sebuah realitas dapat dilihat dari dua wujud yang saat ini sudah berkembang, yaitu wujud teori ekonomi islam dan praktik ekonomi islam

Referensi
Lukman. Menjawab Keraguan Berekonomi Syariah. Safiria Insana Press. Yogyakarta: 2008
http://www.google.com

8 komentar:

Pages