Senin, 23 Agustus 2010

populasi dan sampel dalam penelitian

Populasi dan sampel
Oleh: Zul Asri, SEI

A. Populasi
Populasi adalah keseluruhan individu atau satuan-satuan tertentu sebagai anggota atau himpunan dalam suatu kelas/golongan tertentu (widodo: 2009) sedangkan menurut Arikunto populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi, dibawah ini akan diberikan contoh dari populasi, yakni sebagai berikut:
1. Semua mahasiswa-mahasiswi yang terdaftar di universitas tertentu
2. Semua perbankan yang ada di Indonesia
3. Semua saham yang tersaftar di Jakarta Islamic index
4. Dll

B. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti, jika peneliti hanya ingin meneliti sebagian dari populasi maka peneltiannya adalah penelitian sampel (Arikunto: 2002)
Adapun contoh sampel akan dijelaskan dibawah ini:
1. Sebagian mahasiswa yang diteliti untuk dijadikan subyek atau responden
2. Sebagian perbankan yang diteliti untuk dijadikan responden
3. Sebagian saham yang terdaftar di JII yang dijadikan responden

C. Cara mengambil sampel
Adapun cara pengambilan sampel akan dijelaskan dibawah ini:
1. Teknik random sampling
Teknik random sampling yaitu pengambilan sampel secara random yang berarti semua populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel, teknik in biasanya menggunakan cara acak sederhana (undian), sebelum pengambilan sampel ini biasanya jumlah sampel telah diketahui terlebih dahulu (untuk teknik pengambilan jumlah sampel akan dibahas juga disini), kemudian akan diteruskan dengan langkah-langkah sebagai berikut (perumpamaan jumlah populasi sebanyak 1.000 orang dan populasi yang akan diambil sebanyak 100 orang):
a. Menyusun nama/daftar seluruh anggota populasi sebanyak 1000 0rang
b. Menuliskan nama/daftar tersebut satu-persatu pada secarik kertas dan kemudian digulung
c. Masukkan gulungan kertas tersebut kedalam sebuah kaleng atau tempat lain yang bisa digunakan untuk pengumpulannya.
d. Aduklah secukupnya agar semuanya menjadi benar-benar acak.
e. Kemudian ambilah kertas tersebut satu-persatu sampai jumlahnya mencapai 100.
f. Nah, jumlah nama/daftar yang diambil dengan jumlah 100 inilah yang disebut sampel dengan teknik random sampling

2. Teknik bilangan random
Teknik ini menggunakan bilangan random yang sudah disusun dalam bentuk table,biasanya table bilangan random ini terdapat pada buku statistic atau metodologi penelitian, adapaun cara-caranya akan dijelaskan dibawah ini (misalkan jumlah populasi dan sampelnya sama seperti contoh yang diatas):
a. Siapkan table bilangan random
b. Susunlah nomor anggota populasi dari angka 0001-1000
c. Kemudian tetapkan suatu nomor bilangan pada table random, baik secara baris atau kolom, sehingga ditemukan sekelompok angka dan nomor yang terpilih inilah yang nantinya akan menjadi sampel

3. Teknik nonprobability sampling
Teknik ini cocok untuk populasi yang bersifat infinit, artinya besaran anggota populasi belum atau tidak dapat ditentukan terlebih dahulu. Teknik ini menggunakan tiga model yakni accidental, quota, dan purposive sampling. Dibawah ini akan dijelaskan model pengambilan sampel dengan menggunakan ketiga model diatas (contoh penelitian: analisi pendapat konsumen terhadap pelayanan toko swalayan "X")
Populasi dalam peneltian ini tidak bisa diketahui jumlahnya karena tidak ada data pendukung yang bisa memberikan jawaban berapa jumlah seluruh konsumen toko swalayan "X" tersebut, maka akan diambil sampel dengan teknik:

a. Accidental sampling
Teknik ini sering disebut juga dengan teknik opportunity sampling (sampel asal nemu) artinya jika peneliti ingin menentukan sampel kosumennya maka peneliti menempatkan diri berdiri didepan pintu masuk toko tersebut, dan siapa saja orang yang masuk atau berbelanja akan ditetapkan sebagai sampel penelitian
b. Quota sampling
Teknik ini dengan menetapkan penelitian dilakukan setiap hari selama satu minggu, dimana setiap hari ditetapkan jumlah sampel (missal 100 orang), jikalau peneliti hari itu telah memperoleh 100 orang maka selesai tugas pencarian sampel untuk hari itu, kemudian akan dilanjutkan pada hari berikutnya sampai semua jumlah sampel yang ditargetkan tercapai.
Hal lain juga bisa digunakan, misalnya membatasi pada kelompok responden tertentu (missal responden wanita 50 orang perhari dan pria 50 orang perhari dan sebagainya.
c. Purposive sampling
Pada teknik ini peneliti menentukan cirri-ciri konsumen yang akan dijadikan sampel, seperti cirri demografi konsumen, pria-wanita, jenis pekerjaan, umur dan lain sebagainya.

4. Teknik pengambilan sampel yang lain bisa dibaca dibuku-buku statistic atau metodologi penelitian.

Referensi:
Arikunto, suharsimi. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek, PT Rineka Cipta, Jakarta 2002
Widodo, Metode Penelitian Kuantitatif, LPP UNS dan UNS Press, Surakarta: 2009
http://www.google.com



Artikel Lain
tata cara hidup yang beradab | DEMOKRASI DALAM PANDANGAN ISLAM | riba adalah | musayarakah dalam perbankan syari’ah | TEORI-TEORI MOTIVASI DALAM MANAJEMEN | bank syari’ah adalah | Riba dan Permasalahannya | MADINAH | MUDHARABAH | PEMIKIR EKONOMI ISLAM | Orang-orang Misterius | KIAT BELAJAR YANG MENYENAGKAN | cara download antivirus avira | cara hilangkan bekas jerawat | cara membuat blog | obat peninggi badan | cara untuk diet | ARTI PENTINGANYA BELAJAR BAGI KEHIDUPAN MANUSIA | ARTI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM | Organisasi islam dan pendidikan islam di Indonesia | KEADAAN PEREKONOMIAN MADINAH PADA MASA RASULULLAH SAW | cara buat shoutbox / shoutmix di blog | cara buat email di gmail.com | cara daftarkan website ke search engine | cara buat email di yahoo.com | teknik pengambilan jumlah sampel | populasi dan sampel dalam penelitian | membuat latar belakang masalah skripsi | Hipotesis adalah | cari penghasilan lewat internet | dari vista menjadi xp | lupa password komputer atau laptop | cara non aktifkan usb flashdisk | tips agar komputer atau laptop gak lambat | cara buat website di wordpress | jenis-jenis akad | Konsep Al-Maal dalam islam | bentuk-bentuk jual beli | Prinsip-prinsip muamalah yang membedakan dengan ibadah | karakteristik hukum islam | pengertian manajemen pemasa | Konsep Harta pada Ekonomi Islam | sejarah tentang ekonomi islam | konsep dasar pada ekonomi islam | DASAR-DASAR EKONOMI ISLAM MASA RASULULLAH | Mudharabah dan bagaimana Aplikasinya

11 komentar:

Pages